BANYUWANGI - Jelang selamatan 100 hari meninggalnya Angeline yang rencananya digelar pada 26 Agustus 2015 di Banyuwangi, Jawa Timur, kepedihan masih saja melanda Hamidah, ibu kandung bocah delapan tahun yang tewas dibunuh di Bali tersebut.
Pasalnya, uang hasil sumbangan masyarakat senilai Rp30 juta yang sedianya sebagian akan dipergunakan untuk biaya selamatan, raib. Hamidah mengaku hanya menerima uang Rp300 ribu dari Naomi Werdisastro, yang mengaku anggota tim reaksi cepat Komnas PA Denpasar .
Menurut Naomi, seperti dituturkan Hamidah, uang puluhan juta tersebut hangus dalam musibah kebakaran kantor Komnas PA di Pasar Rebo, Jakarta, beberapa waktu lalu. Naomi sendiri datang ke rumah Hamidah di Banyuwangi untuk menyerahkan sisa uang sumbangan berikut beberapa boneka.
Kini Hamidah hanya bisa pasrah dan berharap sisa uang santunan cukup untuk biaya selamatan 100 hari meninggalnya almarhum Angeline.
Angeline yang ditemukan tewas terkubur di belakang rumah orang tua angkatnya, Margriet Megawe, di Jalan Sedap Malam 26, Sanur, Denpasar pada 10 Juni 2015 lalu, setelah diautopsi selanjutnya dimakamkan di Banyuwangi, Jawa Timur. Angeline dimakamkan bersebelahan dengan makam kakeknya di pemakaman umum Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore.
Pantauan di lapangan, beberapa persiapan jelang peringatan 100 hari meninggalnya Angeline mulai dilakukan. Termasuk membenahi naungan di makam bocah malang tersebut, diganti menggunakan genting, sebelumnya makam Angeline hanya ditutup terpal plastik.
Beberapa warga dengan suka rela membantu membersihkan dan mengangkat genting. Tak ketinggalan sejumlah boneka yang ditempatkan disamping batu nisan almarhum Angeline juga dibersihkan.
Pelaksanaan selamatan 100 hari meninggalnya bocah malang tersebut akan digelar di rumah neneknya di Dusun Wadungpal, Desa Tulung Rejo, pada 26 Agustus mendatang. Namun untuk persiapan bahan – bahan masakan untuk selamatan belum semua terbeli, termasuk seekor kambing untuk menu pada selamatan 100 harinya nanti.
(Muhammad Saifullah )