SYDNEY – Selama satu dekade terakhir, sebuah LSM bernama GhostNets Australia telah mengoleksi jala dan pukat harimau yang sudah rusak di sepanjang pantai utara Australia. Peralatan nelayan itu diperkirakan berasal dari Indonesia.
Banyaknya jala dan pukat harimau tersebut yang mengapung di perairan antara kedua negara ini, selain memerangkap dan mematikan binatang laut juga bisa merusak terumbu karang.
Selama ini, GhostNets Australia telah melibatkan warga pesisir pantai di utara Australia untuk membantu mengumpulkan jala dan pukat yang terbuang tersebut. Lokasi penemuan umumnya di pesisir pantai antara Cape York dan Gulf of Carpentaria.
Pendiri LSM ini, Riki Gunn, menjelaskan kini pihaknya mencari cara agar jala dan pukat tersebut tidak lagi terdampar ke pantai-pantai Australia.
“Meneruskan upaya yang selama ini kami lakukan, yang membersihkan pantai, sudah tidak memadai lagi,” kata Gunn kepada ABC.