JAKARTA - Proses penertiban di permukiman padat penduduk Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, yang kembali dilanjutkan hari ini berjalan kondusif. Warga sudah mulai mau menerima tawaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk direlokasi.
Kepala Polda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, kegiatan penertiban di Kampung Pulo ini kembali dilakukan mulai pukul 06.00 WIB. Pembongkaran berjalan cukup kondusif. Tidak ada perlawanan dari warga seperti kemarin.
"Penertiban terus dilanjutkan, situasi sudah kondusif. Kita terus memperkuat tim dan kemudian tadi malam kami mengadakan dialog dengan beberapa organisasi masyarakat (ormas) seperti Front Pembela Islam (FPI)," kata Tito saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/8/2015).
Tito mengatakan, pertemuan tersebut membahas tiga poin, pertama FPI meminta agar dua makam habib yang berada di Kampung Pulo tidak digusur, kedua musala yang ada di sana dibersihkan dan diperbaiki. "Ketiga, ini ada permintaan dari kelompok warga setempat. Mereka ingin tokoh yang sudah lama tinggal di sana, namun tidak mempunyai surat sertifikat mendapat atensi prioritas yakni tetap diberikan Rusunawa," beber Tito.
Untuk mengabulkan tiga permintaan tersebut, Tito mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Walikota Jakarta Timur agar melaksanakan permintaan ormas dan warga setempat. "Kami dari kepolisian hanya bisa mengimbau, tapi tadi ketika saya ke sana sudah saya sampaikan ke Walikota, dan beliau setuju," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada eksekusi Kamis 20 Agustus 2015 kemarin, ratusan penghuni Kampung Pulo menolak digusur. Mereka melawan petugas gabungan polisi, Satpol PP, TNI dan lainnya dengan melempari batu dan pecahan beling.
Bentrok antara petugas dan warga pun tidak terhindarkan di ruas Jalan Jatinegara Barat. Jalanan ditutup. Satu unit ekskavator yang digunakan untuk merobohkan bangunan dibakar massa. Polisi mengamankan 27 orang yang diduga terlibat melakukan tindak anarkis saat eksekusi.
(Muhammad Saifullah )