Cameron juga mengungkapkan bahwa seorang militan ISIS asal Inggris lainnya, Junaid Hussain (21), juga terbunuh dalam serangan terpisah yang dilancarkan Amerika Serikat (AS).
“Kami mengambil tindakan ini karena tidak ada alternatif lain. Di daerah ini tidak ada pemerintah yang dapat kami ajak bekerja sama. Kami juga tidak memiliki pasukan di sana untuk menahan para pelaku yang merencakan serangan,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa semakin besarnya ancaman yang ditimbulkan ISIS menunjukkan perlunya Inggris untuk terlibat lebih aktif dalam melakukan serangan udara terhadap kelompok militan itu dari Irak sampai Suriah.
Sumber dari kantor PM Inggris juga menyebutkan serangan tersebut dilakukan RAF setelah menerima laporan intelijen yang menyatakan adanya warga Inggris yang berencana melakukan serangan teror di Inggris.
(Rahman Asmardika)