Sementara, berdasarkan pengakuan tersangka AT, bisnis ini mengandalkan jejaring sosial media untuk mencari pelanggan.
Bisnis ini dikelola sejak Agustus lalu dan sudah memiliki banyak pelanggan dengan 83 pekerja seks komersial (PSK). Dari jumlah itu, terbagi 63 perempuan merupakan anggota Princess Manajemen, dan sisanya freelance alias PSK lepas.
"Perempuan yang ditawarkan usianya sekitar 20-30 Tahun. Mereka dari kalangan mahasiswa, SPG (sales promotion girl), model dan artis. Salah satunya adalah Artis AS ini," jelas Takdir lagi.
(Randy Wirayudha)