JAKARTA - Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost Lino (RJ Lino), menyangkal tudingan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli yang menyebutnya boros saat karena tak memanfaatkan jasa Kereta Api (KA) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pernyataan tersebut dia sampaikan saat menghadiri undangan DPR RI terkait rapat pembentukan Panja Pelindo II yang di gelar di ruang rapat Komisi VI.
"Trail rel yang ada sejak zaman Belanda itu memang benar di dermaga. Tapi bukan untuk digunakan sekarang. Sekarang lihat, enggak ada rel di dermaga mana pun?," katanya kepada wartawan di gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Rabu (16/9/2015).
Sebelumnya, Rizal Ramli membongkar beton rel dengan harapan bisa membuat bongkar muat di pelabuhan lebih efisien dengan menggunakan jasa KA.
Menurut Lino, di zaman yang sudah modern seperti saat ini, KA tidak terlalu dibutuhkan untuk angkutan barang di dermaga. Dia menyebut, standar jarak dermaga dengan rel di seluruh dunia adalah 200 hingga 400 meter dan itulah yang diterapkannya di Tanjung Priok.
Di sisi lain, Lino juga seolah melayangkan counter-attack alias serangan balik, atas sindiran menteri yang dikenal punya jurus 'Rajawali Ngepret' itu, di mana Lino menghabiskan miliaran rupiah dengan membuat iklan untuk "melawan" Rizal. Sebelumnya juga Lino dicela sebagai sosok yang norak.
"Menurut saya sekarang Pak Rizal lihatnya kaca spion terus, akhirnya tabrak-tabrak terus, kan? Saya selalu bilang, kalau lihat kaca spion kan enggak boleh. Itu berarti lihat ke belakang. Jadi lihatlah ke depan," tandasnya.
(Randy Wirayudha)