Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dubes Iran Ungkap Intelijen Asing Jadi Dalang Kerusuhan

Felldy Utama , Jurnalis-Jum'at, 23 Januari 2026 |05:37 WIB
Dubes Iran Ungkap Intelijen Asing Jadi Dalang Kerusuhan
Dubes Iran Ungkap Intelijen Asing Jadi Dalang Kerusuhan (Felldy Utama)
A
A
A

JAKARTA – Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan hal yang membuat eskalasi keamanan di Iran meningkat belakangan ini. Dia menyebut ada dalang intelijen asing yang telah menciptakan kerusuhan di balik demonstrasi rakyat.

1. Rangkaian Kerusuhan

Boroujerdi membagi empat tahap atau rangkaian yang mulanya demonstrasi berjalan damai hingga timbulnya kerusuhan. Tahap pertama dimulai pada 28 hingga 31 Desember. Saat itu pelaku usaha di Grand Bazaar Teheran melakukan unjuk rasa profesi. Dia menyebut aksi ini berlangsung damai dan tertib. 

"Tentu saja berdasarkan undang-undang Republik Islam Iran sebagai sebuah negara yang demokratis, kami memberikan ruang yang jelas dan juga menghormati keinginan masyarakat untuk melakukan unjuk rasa," katanya saat memberikan keterangan ke awak media di kediamannya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

Situasi berubah pada tahap kedua yang berlangsung dari 1 hingga 7 Januari 2026. Dia menyatakan, dalam tahap ini, ada pihak-pihak tertentu yang berupaya membajak aksi damai masyarakat berubah menjadi kerusuhan.

"Sampai titik ini, aparat kepolisian dan keamanan di Iran tidak bersenjata dan hadir di lapangan tanpa senjata. Di titik ini kami menyaksikan jumlah korban paling banyak berasal dari aparat kepolisian dan keamanan, dikarenakan mereka menghadapi aksi unjuk rasa yang mulai melakukan kekerasan," ujarnya.

"Ketika ingin dihadang dan dihentikan oleh aparat, mereka yang membawa senjata atau melakukan kekerasan melawan pihak kepolisian yang sama sekali tidak membawa senjata," tuturnya.

Memasuki tahap ketiga, pemerintah Iran mengklaim telah mengantongi bukti adanya arahan dari luar negeri yang bertujuan menciptakan kekacauan. 

"Dengan tujuan Iran bisa digambarkan dan diposisikan di posisi pelanggar hak asasi manusia. Agar setelahnya ini menjadi sebuah alasan yang legitimate untuk Iran diserang oleh pihak luar negeri," katanya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement