Berdasarkan hasil penyadapan komunikasi, dia menuding instruksi itu datang dari badan intelijen asing, termasuk Mossad (Israel) dan CIA (Amerika Serikat) yang menginstruksikan oknum tertentu untuk menyerang aparat keamanan hingga warga sipil.
"Ini merupakan instruksi dan arahan-arahan yang langsung datang dari badan-badan intelijen luar negeri, antara lain Mossad dan CIA," tudingya.
Menurutnya, hal ini diperkuat dari kesaksian seorang demonstran yang terluka. Demonstran itu mengaku ditikam oleh oknum yang mengajaknya turun ke jalan. Karena itu, dugaan adanya upaya sistematis untuk memperbanyak jumlah korban cedera semakin kuat.
Pada tahap terakhir, pemerintah Iran mengambil langkah tegas untuk menghentikan koordinasi sel-sel kerusuhan yang dikendalikan dari luar negeri melalui media sosial dengan membatasi akses internet secara nasional.
Selain itu, Iran menetapkan kebijakan keamanan baru. Aparat kepolisian yang bertugas kini dibekali persenjataan untuk menghadapi perusuh bersenjata.
"Mereka diberikan izin untuk melakukan penembakan terhadap oknum aksi unjuk rasa yang tidak damai yang membawa senjata, melakukan penyerangan atau menembaki masyarakat. Instruksinya adalah melakukan penembakan dari bagian badan, bagian bawah dari badan, tidak ke bagian atas agar tidak menciptakan korban," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)