58 Mantan Anggota Beberkan Kisah Pembelotan terhadap ISIS

Jihad Dwidyasa , Jurnalis
Selasa 22 September 2015 05:32 WIB
Kelompok militan ISIS (Foto: Reuters)
Share :

LONDON – Sebuah laporan dari Pusat Internasional untuk Studi Radikalisasi dan Kekerasan Politik (ISCR) di Universitas King di London menyebutkan bahwa anggota kelompok ISIS semakin banyak yang kecewa dan membelot dari kelompok ekstremis tersebut.

Menurut laporan itu, setidaknya ada 58 mantan anggota ISIS yang telah meninggalkan grup radikal itu dan merencanakan aksi pembelotan sejak Januari 2014. Kondisi tersebut diyakini dapat digunakan oleh Pemerintah Inggris untuk mencegah calon-calon potensial yang ingin bergabung ke ISIS.

Seperti dilansir dari Middle East Online, Selasa (22/9/2015), laporan yang dikeluarkan ISCR mengatakan bahwa sebanyak 17 anggota sejak Juni, Juli, dan Agustus 2015, telah keluar dari ISIS dan membelot dari ajarannya selama ini.

Laporan itu kini telah disampaikan kepada Pemerintah Inggris sebagai usulan untuk mencegah calon-calon potensial yang ingin bergabung ke ISIS. ISCR telah meminta pemerintah untuk memudahkan para pembelot ISIS itu untuk berbicara tanpa ancaman penuntutan.

Para mantan anggota yang telah menceritakan aksi pembelotan terhadap ISIS itu mengatakan bahwa mereka tidak suka dengan pembunuhan sesama Muslim aliran Sunni, termasuk warga sipil yang tidak bersalah. Mereka juga kesal karena kelompok ISIS gagal menghadapi rezim Presiden Suriah, Bashar al Assad.

“Para pembelot ISIS itu mengutarakan dengan jelas bahwa kelompok radikal itu sama sekali tidak menjaga keutuhan Muslim. Justru mereka (ISIS) malah membunuhnya,” demikian isi laporan ISCR.

Salah seorang mantan anggota ISIS yang membelot teridenfikasi bernama Ebrahim B asal Jerman. Dirinya mengaku berbicara mewakili dua lusin rekan-rekannya. Menurutnya, anggota lain yang masih bergabung dengan ISIS hanya akan kecewa dengan fakta di lapangan.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya