Para mantan anggota yang telah menceritakan aksi pembelotan terhadap ISIS itu mengatakan bahwa mereka tidak suka dengan pembunuhan sesama Muslim aliran Sunni, termasuk warga sipil yang tidak bersalah. Mereka juga kesal karena kelompok ISIS gagal menghadapi rezim Presiden Suriah, Bashar al Assad.
“Para pembelot ISIS itu mengutarakan dengan jelas bahwa kelompok radikal itu sama sekali tidak menjaga keutuhan Muslim. Justru mereka (ISIS) malah membunuhnya,” demikian isi laporan ISCR.
Salah seorang mantan anggota ISIS yang membelot teridenfikasi bernama Ebrahim B asal Jerman. Dirinya mengaku berbicara mewakili dua lusin rekan-rekannya. Menurutnya, anggota lain yang masih bergabung dengan ISIS hanya akan kecewa dengan fakta di lapangan.
(Muhammad Saifullah )