Pengakuan Nurul sebelum Tewas Dianiaya Teman Sekelas

Salman Mardira, Jurnalis
Selasa 29 September 2015 11:03 WIB
Ilustrasi (foto: Shutterstock)
Share :

BANDA ACEH - Nurul Fatimah (11), siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Keunaloi, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar tewas diduga dikeroyok teman sekolahnya.

Kakak korban, Dian Sikha menuturkan, adiknya itu dianiaya empat teman sekolahnya. Berdasarkan pengakuan Nurul, aksi penganiayaan berlangsung di ruang kelas sekolahnya.

"Tanganya dipelintir dan dicekik dengan jilbab," kata Dian mengutip pengakuan korban, Selasa (29/9/2015).

Nurul sempat tak menceritakan kekerasan yang dialaminya, diduga karena ketakutan. Keluarga sempat heran karena dia tiba-tiba mengeluh sakit di sekujur tubuh diduga akibat penganiayaan pada 16 September 2015.

Dua hari kemudian, kesehatan bocah malang itu makin menurun, hingga tak sanggup bangun dan harus dirawat di Puskesmas Seulimum pada 23 September lalu.

Saat itu, seorang tetangga datang membesuk dan menanyakan langsung pada Nurul apakah dia dipukul. Setelah sedikit dipaksa, akhirnya Nurul buka suara.

Bocah itu mengaku dikeroyok oleh empat temannya di dalam kelas. Dia dicekik dengan jilbab yang dikenakannya, sedang tangannya dipelintir.

Dian mengatakan, tangan adiknya memerah dan terlihat memar di beberapa bagian tubuhnya. "Hasil rontgen dokter menunjukkan ada masalah di paru-paru," sebutnya.

Dua hari di puskesmas, kondisi Nurul makin drop. Dokter kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Satelit, Indrapuri, Aceh Besar. Nurul sempat batuk darah.

Karena semakin parah, dia dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Bocah malang itu meninggal dunia dalam perawatan intensif di sana pada 26 September 2015.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya