Bocah itu mengaku dikeroyok oleh empat temannya di dalam kelas. Dia dicekik dengan jilbab yang dikenakannya, sedang tangannya dipelintir.
Dian mengatakan, tangan adiknya memerah dan terlihat memar di beberapa bagian tubuhnya. "Hasil rontgen dokter menunjukkan ada masalah di paru-paru," sebutnya.
Dua hari di puskesmas, kondisi Nurul makin drop. Dokter kemudian merujuknya ke Rumah Sakit Satelit, Indrapuri, Aceh Besar. Nurul sempat batuk darah.
Karena semakin parah, dia dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Bocah malang itu meninggal dunia dalam perawatan intensif di sana pada 26 September 2015.
(Risna Nur Rahayu)