Polri Akui Anggotanya Terlibat Kasus Tambang di Lumajang

Hari Istiawan, Jurnalis
Minggu 04 Oktober 2015 16:39 WIB
Ruangan rumah sakit tempat Tosan dirawat (Hari Istiawan/Okezone)
Share :

MALANG - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charlian mengakui ada anggota polisi yang terlibat dalam kasus pertambangan di Lumajang. Keterlibatan anggotanya seperti gratifikasi, suap, serta membekingi.

"Sudah tiga yang diperiksa, tapi sekarang bisa lebih," kata Anton usai membesuk Tosan di ruang ICU RSSA Malang, Minggu (4/10/2015).

Ia berjanji akan mengumumkan ke publik, karena saat ini sedang didalami sejauh mana keterlibatan mereka. Ia menyebut, oknum di polsek dan polres yang diperiksa dan akan disampaikan secara bertahap.

Selain itu, tim juga akan mengungkap siapapun yang terlibat dan bukan hanya dari polisi saja karena masalah seperti ini saling terkait. "Akan kita usut tuntas, sanksi bagi anggota bisa dampai pemecatan," katanya.

Seperti diberitakan, pertambangan ilegal di Lumajang menuai protes dari warga. Protes warga berujung pada penganiayaan terhadap dua aktivis tambang, yakni Salim Kancil dan Tosan.

Salim Kancil tewas setelah dikeroyok puluhan orang. Sementara Tosan, luka parah dan kini dirawat di RSSA Malang. Polisi telah menetapkan 24 tersangka atas kasus itu, satu di antaranya adalah Kepala Desa Selok Awar-Awar.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya