Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Dirjen Pajak

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Kamis 15 Oktober 2015 20:41 WIB
Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengevaluasi kinerja Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito, seiring bakal melebarnya shortfall penerimaan pajak pada akhir tahun ini.

Dia menaksir selisih realisasi penerimaan dibandingkan target (shortfall) bisa mencapai Rp 230 triliun, jauh di atas estimasi Dirjen Pajak sebesar Rp 120 triliun.

“Kinerja Dirjen Pajak perlu dievaluasi menyeluruh, sebelum diputuskan diganti atau tidak. Apa target realisasi penerimaaan pajak tidak tercapai karena dia (Dirjen Pajak) kurang jeli, kurang cerdas, kurang inisiatif dan terobosan,” kata Fuad Bawazier di Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Fuad menyangsikan shortfall pajak sebesar Rp 120 triliun seperti perkiraan Dirjen Pajak Sigit Priadi bisa tercapai. Meskipun terjadi. Dia menilai, shortfall sebesar Rp 120 triliun dapat mengkhawatirkan APBN.

Selain itu, remunerasi sebesar Rp 4 triliun ternyata tidak mampu mendongkrak penerimaan pajak dan prestasi Dirjen Pajak. Padahal, dengan remunerasi sebesar itu, gaji Dirjen Pajak sudah dinaikkan menjadi Rp 100 juta lebih.

“Penerimaan pajak itu disebabkan banyak hal, tidak hanya (kenaikan) gaji mereka. Evaluasi menyeluruh perlu segera dilakukan terhadap kinerja Dirjen Pajak, agar target penerimaan pajak pada tahun depan bisa dioptimalkan,"pungkasnya.

Sebelumnya, desakan agar Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan mencopot Dirjen Pajak disampaikan oleh Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi. Menurut Uchok, kinerja Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito masih melempem, terlihat dari realisasi penerimaan pajak yang masih jauh dari harapan.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya