BENGKULU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang Bengkulu, mendeteksi getaran di dua titik yang tersebar di dua kabupaten, seperti Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang. Getaran tersebut diduga akibat benda langit mirip meteor yang jatuh di Provinsi Bengkulu.
Staf Operasional BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang Bengkulu, Malik Krisbudianto, mengatakan getaran yang terdeteksi alat Seismometer BMKG terdapat di Kabupaten Rejang Lebong, dengan kekuatan magnitude 2,0. Namun, untuk getaran di Kabupaten Kepahiang tidak terdeteksi besaran getaran.
"Dari alat Seismometer, getaran terdeteksi di dua titik. Getaran itu bukan getaran akibat gempa, tapi adanya gangguan benda asing yang jatuh di wilayah tersebut," kata Malik, saat dihubungi via telefon, Selasa (27/10/2015).
Namun, kata dia, dari BMKG tidak bisa memastikan getaran yang terdeteksi tersebut apakah benda langit berupa meteor atau bukan. Selain itu, tambah dia, getaran di Kabupaten Rejang Lebong tersebut terdeteksi di wilayah Curup atau sekitar 2 kilometer dari curup.
Sementara di Kepahiang, getaran tersebut belum dapat terdeteksi dimana lokasi getaran. Sebab, kata dia, getaran di Kepahiang terbilang sangat kecil. Sehingga sulit untuk diketahui titik sumber getaran.
"Yang jelas itu bukan getaran akibat gempa. Dua lokasi itu terdeteksi alat Seismometer, untuk lokasi tepatnya kita belum tahu persis sebab kita masih mengidentivikasi," jelas Malik.
Ia mengakui, lokasi jatuhnya benda asing di Kabupaten Kepahiang terdapat di wilayah Desa Penanjung Panjang. Namun, titik lokasi jatuhnya benda asing itu belum diketahui perisis. Data tersebut, kata dia, juga informasi yang diperoleh warga setempat yang sempat melihat cahaya benda langit yang didugaa mirip meteor jatuh.
"Kita akan cek ke lokasi,'' tandas Malik.
(Fiddy Anggriawan )