JAKARTA - Kegaduhan yang dibuat Menteri ESDM Sudirman Said dengan membeberkan transkip berikut rekaman menyangkut masalah perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia terus bergulir.
Menurut pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, semua pihak harus waspada karena dikhawatirkan kegaduhan yang tercipta merupakan agenda PT Freeport Indonesia untuk mengadu domba.
"Jangan sampai kita diadu domba oleh Freeport. Mungkin saat ini mereka (PT Freeport) tertawa paling keras karena sukses mengadu eksekutif dan legislatif," ujar Hendri saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Jumat (20/11/2015).
Menurut Hendri, seharusnya Sudirman fokus pada perpanjangan kontrak PT Freeport saja. Bukan malah meributkan pejabat negara yang seolah seperti sinetron.
"Saya setuju dengan pendapat Rizal Ramli, bahwa ini hanya seperti sebuah sinetron," pungkasnya.
Sebelumnya muncul kecurigaan kalau ada instrumen Badan Intelijen Negara (BIN) yang digunakan untuk merekam pembicaraan terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia yang kini diserahkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Mengingat CEO PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin pernah menjabat Wakil Kepala BIN.
(Arief Setyadi )