Hasil Investigasi Jatuhnya AirAsia di Selat Karimata Diumumkan

, Jurnalis
Selasa 01 Desember 2015 13:49 WIB
Sisa-sisa pesawat AirAsia yang jatuh di Selat Karimata (Foto: BBC)
Share :

JAKARTA – Setelah hampir setahun, akhirnya Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan hasil investigasi atas jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada Desember 2014 silam, hari ini, Selasa (1/12/2015), di Kantor KNKT, Jakarta.

Hasil investigasi KNKT akan menguak sejumlah fakta yang menjadi penyebab kecelakaan pesawat yang bertolak dari Surabaya menuju Singapura itu.

Investigasi kecelakaan pesawat ini berlandaskan analisis perekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR), dan perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) yang ditemukan Serda Rajab Suharno, salah satu anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) pada 12 Januari lalu.

Analisis data itu membutuhkan waktu sekira 12 bulan sejak berita hilang kontaknya QZ8501 disampaikan pada 28 Desember 2014.

Pesawat jenis Airbus 320 itu mengangkut 155 orang yang terdiri dari 138 penumpang dewasa, 16 anak-anak, satu bayi, empat kru kabin dan dua pilot serta kopilot.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyebutkan, pesawat lepas landas dari Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur pukul 05.36 WIB.

Pesawat mencapai ketinggian stabil di 32.000 kaki. Pukul 06.12 WIB, kapten pesawat meminta izin kepada Air Traffic Control (ATC) Jakarta untuk menghindari awan ke arah kiri dan naik ke 38.000 kaki.

Permintaan tersebut disetujui. Pukul 06.17 WIB, pesawat hanya tinggal sinyal di dalam radar ATC. Padahal, sebelum itu simbol pesawat masih nampak dalam radar. Pukul 06.18 WIB, pesawat hilang dari pantauan radar. Kemudian, pada pukul 07.55 WIB, pesawat resmi dinyatakan hilang.

(Retno Wulandari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya