"Bagi Sudirman Said dan kawan-kawannya, memang tidak penting apakah terbukti atau tidak isu Setya Novanto yang diinsinuasikan mengatasnamakan Presiden meminta saham Freeport, yang ternyata memang tidak terbukti di MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan),” bebernya.
Menurut dia, yang menjadi target dalam 'operasi senyap' Sudirman Said adalah bagaimana membunuh karakter Menko Polhukam, Luhut Binsar Panjaitan (LBP) lenyap dari jabatannya. Sehingga, upaya memperpanjang kontrak tambang emas milik negeri Paman Sam itu akan lebih mudah.
“Yang penting nama LBP sebagai palang pintu penjaga Undang-Undang yang tidak bisa dipatahkan Freeport merapuh. Terbangun sinisme publik kepadanya. Harapan terakhir, tentu saja, LBP lenyap dari panggung politik kekuasaan disingkirkan Presiden dengan alasan publik tidak menyambut positif,” tutup Adhie.
(Rizka Diputra)