“Nama-nama yang muncul sebagai pengganti pejabat menteri juga tidak memberi sinyal bahwa kinerja pemerintahan akan membaik dengan kehadiran mereka,” sambungnya.
Kusfiardi menambahkan, dalam situasi saat ini, seorang Presiden sebagai nakhoda roda pemerintahan, membutuhkan orang-orang yang memiliki pemikiran di luar mainstream (neoliberal) untuk bekerja di pemerintahan sebagai menteri.
Kelompok yang selama ini bekerja secara persisten kata dia, mendorong praktik ekonomi sesuai dengan amanat konstitusi.
“Kelompok non-mainstream akan mampu merubah wajah pemerintahan di mata rakyat. Selain itu juga bisa menghadirkan kebijakan yang lebih memberi ruang bagi tumbuhnya perekonomian nasional dan majunya kesejahteraan rakyat,” tandasnya.
(Rizka Diputra)