Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Reza Fahlevi, menjelaskan acara sengaja dipusatkan di Lampuuk, mengingat daerah ini termasuk salah satu terparah diterjang tsunami 2004, dan telah banyak mendapat perhatian masyarakat internasional.
Upacara tsunami kali ini bertajuk “Memajukan Negeri Membangun Masyarakat Siaga Bencana” diharapkan tak hanya semata hanya untuk berkumpul, mengenang, bernostalgia dan berakhir begitu saja. Acara ini nantinya akan diisi dengan kegiatan zikir bersama dan tausyiah.
"Masjid Rahmatullah adalah satu-satunya bangunan yang berhasil selamat dari gelombang tsunami saat itu. Masjid dengan desain dan arsitekturnya yang indah ini juga telah menjadi masjid yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik nusantara maupun wisatawan asing lainnya khususnya wisatawan Malaysia," katanya, Jumat 25 Desember 2015.
(Angkasa Yudhistira)