Warga Syiah Irak juga melayangkan protes kerasnya terhadap pemerintah Saudi. Ulama Syiah Irak, Moqtada al-Sadr, bahkan ingin “memanggil” para muslim Syiah untuk menggelar unjuk rasa besar-besaran terhadap sejumlah tempat-tempat di mana aset-aset Saudi berada.
“Saya memanggil para muslim Syiah di Saudi, untuk menunjukkan keberanian dengan merespons lewat demonstrasi damai. Begitu juga para muslim Syiah di negara-negara teluk untuk bergerak terhadap ketidakadilan ini,” seru Al-Sadr.
Kelompok Pejuang Hezbollah juga tak kalah keras mengutuk tindakan Saudi. Dalam pernyataannya, Hezbollah menyebut eksekusi Saudi itu sebagai pembunuhan terhadap Al-Nimr.
“Hezbollah mengutuk kejahatan keji yang dilakukan rezim Saudi dalam pembunuhan ulama Nimr Baqir al-Nimr. Rezim Sunni di sana (Saudi) merupakan kelompok korup yang menganggap warga Syiah sebagai pendukung bid’ah dan sering jadi sasaran serangan rezim (Saudi),” ungkap pernyataan Hezbollah.
(Randy Wirayudha)