NGAMPRAH - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama (Marsma) Dwi Badarmanto meminta agar instansi lain tidak menggunakan pakaian dinas yang mirip dengan seragam TNI AU.
Hal itu untuk menghindari salah persepsi dari publik jika ada oknum di luar TNI AU yang melakukan tindakan menyimpang, seperti dikutip pikiran-rakyat.com.
“Jika ada oknum di luar yang berbuat jahat, sementara dia mengenakan seragam yang mirip dengan TNI AU, nanti bisa saling menuduh. Dikhawatirkan terjadi apa-apa. Nanti siapa yang bertanggung jawab? Masyarakat bisa salah menilai dan mengira itu adalah oknum TNI AU karena seragamnya mirip,” katanya seusai serah terima jabatan Komandan Seskoau di Lembang, Jumat (8/1/2016).
Dwi mengaku terganggu dengan beberapa instansi yang menggunakan pakaian dinas nyaris sama dengan seragam milik TNI AU. Di antara instansi tersebut, yaitu Kementerian Perhubungan dan Kementerian Hukum dan HAM.
Dengan kondisi itu, dia berinisiatif menulis artikel mengenai penggunaan seragam TNI AU dan mengunggahnya ke media sosial. Banyak pihak, menurut dia, mendukung seragam TNI AU menjadi identitas tersendiri.
“Seragam ini adalah kebanggaan kami. Masyarakat sipil pun melihat kami awalnya dari seragam ini. Nah sekarang kok jadi dipakai di mana-mana,” ujarnya menyesalkan.
Dia berharap agar lembaga yang menggunakan seragam mirip dengan TNI AU tersebut mempertimbangkan kembali penggunaan pakaian dinas mereka. Sebab, penggunaan seragam yang mirip akan mengganggu identitas TNI AU.
(Amril Amarullah (Okezone))