Dampak Pelecehan Seksual, Pria Imigran Dilarang Masuk Kolam Renang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Sabtu 16 Januari 2016 12:05 WIB
Pria imigran dewasa dilarang memasuki kolam renang publik di Jerman (Foto: BBC)
Share :

BORNHEIM – Sebuah Kota di Jerman bagian barat melarang pria dewasa pencari suaka dari kolam renang publik setelah menerima keluhan bahwa para perempuan mengalami pelecehan seksual di sana. Ini merupakan contoh terbaru ketegangan sosial usai terkuaknya kasus pelecehan seksual pada malam pergantian tahun di Cologne oleh sekelompok imigran.

Wakil Wali Kota Bornheim Markus Schnapka keputusan tersebut diambil untuk mengirim pesan yang jelas bahwa melanggar norma-norma budaya Jerman adalah hal yang sangat terlarang. Bornheim sendiri terletak sekira 29 kilometer dari Cologne.

“Kami menerima aduan adanya pelecehan seksual di kolam renang ini oleh sekelompok pemuda yang membuat beberapa perempuan tidak mau berkunjung lagi. Saya akhirnya memutuskan untuk melarang pria dewasa dari pusat penampungan imigran masuk ke sana hingga ada pengumuman lanjutan,” ujar Schnapka, seperti diberitakan New York Times, Sabtu (16/1/2016).

Sayangnya Schnapka tidak memberikan detail lebih lanjut bagaimana larangan itu akan diberlakukan. Pria berambut putih itu mengatakan kotanya telah memulai kampanye untuk mengajari para pencari suaka tentang kesetaraan gender dan menghormati perempuan.

Membludaknya pengungsi yang berdatangan ke Jerman memang menimbulkan kekhawatiran. Para pengungsi dianggap tidak mengerti mengenai kesetaraan gender karena di tempat asal mereka masih terjadi diskriminasi terhadap perempuan.

Kekhawatiran itu terbukti pada malam pergantian tahun. Sekelompok pria imigran asal Timur Tengah dan Afrika Utara melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa perempuan di luar Katedral Cologne. Dari 19 orang yang ditahan kepolisian, 10 orang merupakan pencari suaka dan sisanya merupakan imigran ilegal.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya