MEDAN - Seekor kucing kampung bernama Pussy sanggup membuat Knock Out (KO) dua anjing sekaligus. Pussy sudah terkenal galak di kalangan warga di Taman Cadika Medan, Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Sumatera Utara.
Pussy tidak memiliki majikan. Dia hanya kucing kampung liar yang sering mencari makanan di sekitar kantin Taman Cadika. Bulunya berwarna kuning kecoklatan dengan sedikit warna hitam. Sedangkan ekornya putus. Isu yang beredar di Cadika, Pussy kehilangan ekor setelah bertarung dengan kawanan anjing.
Kucing jantan yang tak memiliki ekor ini tak pernah mundur walau berhadapan dengan tiga ekor anjing sekaligus. Malah sebaliknya, jika bertemu dengan Pussy, anjing yang ingin mencari makan di Taman Cadika, memilih balik kanan dan cari makanan di tempat lain.
Jika ada anjing yang berani mendekati, Pussy akan menggigit bagian tubuh apa saja hingga si anjing lari terbirit-birit. Tapi nampaknya Pussy sudah dikenal oleh anjing-anjing di Taman Candika. Sehingga tidak ada anjing yang berani mendekatinya.
Kegalakan Pussy tidak hanya terkenal di kalangan hewan. Bagi warga yang sering mengunjungi Taman Cadika, Pussy juga dikenal galak dan suka mencakar warga yang berani mengganggunya.
Di tengah kesangarannya, ternyata Pussy jinak pada seorang bernama Herdiansyah Talib yang hampir setiap hari mengunjungi Taman Cadika. Herdiansyah pun sering melihat adegan-adegan ketika Pussy bertarung dengan kawanan anjing.
"Dia binatang setia. Setiap hari menyambut dan menemani aku di Cadika. Kalau makan siang, selalu bagi dua. Tapi kalau aku pulang, dia enggak pernah mau ikut. Sudah banyak orang yang dicakarnya. Hanya patuh sama aku. Kalau ada anjing lewat, digigitnya sampai pincang," kata Herdiansyah saat bersama Pussy di Taman Cadika.
Dia menceritakan, pernah melihat Pussy bertarung dengan dua anjing sekaligus. Pussy dan dua anjing sempat kejar-kejaraan, samping akhirnya dua hewan melolong itu KO setelah bertarung dengan Pussy.
"Dia selalu menang. Tadi pagi saat aku duduk, Pussy di atas meja. Lalu ada tiga ekor anjing lewat, Pussy hanya meninggikan punggungnya, tiga anjing itu langsung lari balik kanan sambil kaing-kaing," pungkas Herdiansyah.
(Risna Nur Rahayu)