"Harus ada solusi, kebijakan harus ada imbal baliknya, karena mereka juga memiliki keluarga," tandasnya.
Sarjono menambahkan, jika memang nantinya akan ditutup, pihkanya juga meminta pemerintah untuk memberikan keterampilan kepada para penghuni Sarkem. "Pelatihan rutin dari Pemerintah Kota Yogyakarta, seperti menjahit,” tuturnya.
Menurut Sarjono, lokalisasi yang dibangun sejak jaman Hindia Belanda tersebut, saat ini dihuni oleh 90 orang PSK, yang berasal dari luar Kota Yogyakarta. Selama ini pihaknya, melarang penambahan jumlah PSK. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit seks. Selama ini, para pemuas nafsu tersebut mendapat pemeriksaan kesehatan secara berkala
"Ada yang berasal dari Jepara, Jatim dan beberapa kota lainnya," ujar dia.
Lokalisasi Sarkem merupakan satu dari beberapa lokalisasi yang berada di Kota Yogyakarta. Sarkem menjadi lokalisasi legendaris di Indonesia karena berdiri sejak tahun 1818. Lokasinya yang berada di dekat pusat pariwisata Kota Yogyakarta, yaitu Jalan Malioboro, menjadikan lokalisasi ini sangat mudah dijangkau oleh para wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta.
(Fransiskus Dasa Saputra)