BANDUNG - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, tidak mau suudzon atau berburuk sangka atas apa yang menimpa Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat melakukan kunjungan ke Pemkot Surabaya.
Dalam kunjungannya pada pekan lalu itu, Oded bersama rombongan pejabat Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung tidak diterima anak buah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dengan baik.
Meski sudah menyampaikan surat pengajuan studi banding dan mendapat balasan, rombongan Oded tidak terima. Rombongan akhirnya pulang kembali ke Bandung tanpa hasil.
"Saya menyesalkan saja. Pak Wakil lapor (ke saya). Menyesalkan karena kita banyak menerima studi banding dari banyak pihak, sekalinya kita ke sana ditolak," kata Emil, sapaan akrabnya, di Bandung, Rabu (24/2/2016).
Disinggung alasan penolakan kunjungan studi banding, ia mengaku tidak tahu persis. Padahal tahun lalu saat perwakilan Pemkot Surabaya melakukan studi banding ke Pemkot Bandung, mereka diterima dengan baik. "Saya juga enggak tahu alasannya. Tanyanya ke Pemkot Surabaya masalahnya apa," ujarnya.
Bagi Emil, tidak ada alasan untuk menolak siapapun yang ingin mendapatkan ilmu dari Pemkot Bandung. Hal itu yang membuat ia bersama Pemkot Bandung tidak pernah menolak kunjungan studi banding dari pemerintah daerah manapun.
"Tidak ada masalah siapa saja mau belajar ke Bandung da ilmu mah hanya untuk sementara. Jadi saya enggak ngerti. Saya tidak mau suudzon, tidak mau berburuk sangka, cuma menyesalkan saja karena faktanya begitu. Sudah jauh-jauh ke sana tidak mendapatkan hasil," tutur Emil.
Disinggung apakah akan berkomunikasi dengan Risma terkait penolakan tersebut, ia mengaku tidak akan melakukannya. Hanya saja ia menegaskan bahwa sebaiknya siapapun yang melakukan kunjungan studi banding harusnya diterima. "Kita bilang terima siapapun yang mau belajar karena ilmu tidak dibawa mati," tandasnya.
(Angkasa Yudhistira)