Berkat kerja keras, lanjutnya, dua unit kapal tersebut dialihkan oleh pihak Kementerian dari Painan ke Aceh Singkil pada akhir tahun 2015 dan kita rencanakan pada 1 April sudah mulai beroperasi ke pulau-pulau terluar Indonesia dengan tarif bersubsidi.
“Jadi, dua unit kapal ini kita rencanakan satu unit untuk membantu transportasi antara Singkil ke semua pulau-pulau terluar dan pulau-pulau kecil yang ada di seputaran laut Singkil dengan tarif murah, sedangkan yang satu lagi kita gunakan untuk kapal pengawasan perikanan kita,” tuturnya.
Kata dia, dengan telah beroperasinya kapal bantuan tersebut tentu saja masyarakat lokal maupun nasional dan internasional yang ingin datang berwisata ke sejumlah kepulauan yang ada di seputaran laut Aceh Singkil, selain menjadi mudah ongkos juga murah karena subsisdi pemerintah daerah.
Pemkab Aceh Singkil memberikan subsidi tersebut selain untuk mempromosikan tempat wisata dan alam bawah laut di sejumlah Kepulauan Banyak dan pulau-pulau kecil lainnya, juga untuk mempermudah masyarakat terutama dalam mengunjungi famili di pulau-pulau.
“Setelah kita bawa pulang dari Painan, kapal ini harus kita rehab dulu karena ada yang rusak, makanya agak sedikit terlambat. Kemudian, kita juga menunggu sistem pengelolaan, karena sistem pelaksanaannya kita lelang kepada masyarakat,” demikian Ismed Taufiq.
(Amril Amarullah (Okezone))