Pecahan Taliban Ejek PM Sharif Usai Bom Pakistan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Selasa 29 Maret 2016 18:33 WIB
Jamaat-ur-Ahrar mengejek Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif usai melakukan serangan bom di Lahore (Foto: Mohsin Raza/Reuters)
Share :

ISLAMABAD – Kelompok pecahan Taliban, Jamaat-ur-Ahrar, mengklaim bertanggung jawab terhadap serangan bom Pakistan di Lahore pada Minggu 27 Maret 2016 yang bertepatan dengan Hari Paskah. Mereka menyatakan sengaja menargetkan umat Kristen dalam serangan tersebut.

Kini, Jamaat-ur-Ahrar mengejek Perdana Menteri (PM) Nawaz Sharif. Mereka menyebut perang dengan PM Sharif telah memasuki “halaman rumahnya”. Lahore yang terletak di Provinsi Punjab merupakan wilayah terkaya di seantero Pakistan. Lahore juga merupakan basis pendukung PM Sharif.

“Biarkan Nawaz Sharif tahu bahwa perang ini telah memasuki batas halaman rumahnya. Pemenang perang ini, dengan seizin Allah, adalah para mujahidin,” cuit Juru Bicara Jamaat-ur-Ahrar, Ehsanullah Ehsan, melalui akun Twitter-nya, seperti dikutip Reuters, Selasa (29/3/2016).

Jamaat-ur-Ahrar mengingatkan mereka akan melakukan lebih banyak serangan. Faksi independen itu pernah mengaku kesetiaan mereka kepada kelompok militan ISIS. Mereka juga telah melakukan lima serangan teror di seantero Pakistan sejak Desember 2015.

PM Sharif sendiri berjanji akan melakukan operasi anti-terorisme terhadap kelompok tersebut. Ia bahkan membatalkan rencana kunjungan ke Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamanan Nuklir.

Sebagaimana diberitakan, bom Pakistan terjadi di pusat taman bermain anak Gulshan e-Iqbal. Ledakan itu menyebabkan 72 orang tewas dan 200 lainnya terluka. Mayoritas korbannya adalah anak-anak dan perempuan yang diduga para ibu yang menjaga mereka.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya