LARNACA – Tampaknya usaha dari Seif Eldin Mustafa membajak pesawat EgyptAir semakin berbuah pahit karena mantan istrinya menolak untuk bertemu dengannya.
Pria paruh baya ini adalah seorang narapidana yang melarikan diri dari penjara di Mesir pada tahun 2011 ketika terjadinya pemberontakan rakyat Mesir terhadap Presiden Hosni Mubarak.
Karena itulah paspor miliknya masuk daftar hitam sehingga ia tidak bisa bepergian ke Siprus dengan cara normal. Sehingga ia berpikir cara terbaik untuk kembali dapat bertemu dengan mantan istrinya adalah dengan cara membajak pesawat Airbus 320 tersebut.
Dengan nekat, Mustafa menggunakan bom palsu dan memaksa pilot EgyptAir untuk mengarahkan pesawat ke Siprus agar pria paruh baya itu bisa menyerahkan surat cinta yang akan ia berikan kepada mantan istrinya yang bernama Marina Parascos.
Namun, aksinya itu tampaknya berbuah pahit. Selain ditangkap oleh polisi bersenjata lengkap di Bandara Internasional Larnaca, Marina ternyata malu dan marah atas aksi mantan suaminya tersebut.
“Marina adalah perempuan yang baik namun ia sangat marah dan malu atas situasi ini (aksi pembajakan Mustafa). Ia masih dalam keadaan syok dan merasa tidak senang menjadi penyebab dari pembajakan itu,” ujar teman Marina yang menjadi penyambung lidahnya, sebagaimana dilansir dari Mirror, Kamis (31/3/2016).
“Ia (Marina) tinggal bersama anak dan pasangannya selama bertahun-tahun dan ia sudah tidak mau berurusan dengan Mustafa,” tambah teman Marina.
(Emirald Julio)