BOYOLALI - Selama dua hari tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng melakukan penggalian situs di Dusun Gunung Wijil, Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, kembali menemukan satu arca lagi yang menjadi penjaga pintu candi. Arca Mahakala ditemukan di lokasi yang sama dengan dua arca sebelumnya di kedalaman 30 cm.
Ketua Tim Pengalian, Muhammad Junawan, menyatakan penggalian di lokasi yang diduga merupakan situs candi, terlihat temuan berupa kaki candi di kedalaman 1,5 meter. Dimana di bawah kaki candi terdapat lapisan pasir yang digunakan sebagai landasan bangunan candi.
Junawan juga menyampaikan bangunan candi bisa terdiri dari beberapa struktur bangunan. Karena menurut ketua tim eskavasi, struktur bangunan candi bisa merupakan kaki candi, badan candi atau atap candi. (Baca Juga: BPCB Telusuri Candi Tiban di Kampung Halaman Presiden)
"Saat penggalian di kedalaman 1,5 meter, terlihat struktur seperti bangunan kaki candi. Dan diperkirakan peninggalan kebudayaan Hindu abad ke 9 Masehi," ujar Juwana di lokasi penggalian, Kamis (7/4/2016).
Ukuran kaki candi tersebut, lanjut Juwana, adalah 5x5 meter dengan tinggi kaki candi 1,5 meter. Kuat dugaan, salah satunya merupakan candi induk, dan satu lagi adalah candi perwara atau candi pendamping.
Selain itu, pengukuran awal tinggi bangunan yang dibuat dari batu bata sekira 110 cm yang ditata saling bergesekan menggunakan air sehingga melekat saat kering diduga sebagai perekat alam.
Terkait penemuan arca Nandeswara yang dipercaya digunakan sebagai salah satu dewa penjaga mata angin. Digunakan dalam ritual kepercayaan Mataram Hindu kuno pada abad 9 masehi.
Sesuai dengan penemuan candi yang sudah ada sebelumnya, biasanya menggunakan batu bongkahan. Namun, penemuan kali ini berbeda, yakni menggunakan batu bata. Bisa saja penggunaan batu bata ada hubungan dengan filosofi di wilayah tersebut.
"Kemungkinan masih ada arca lain yang ditemukan. Biasanya candi memiliki delapan dewa penjaga pintu. Disebut zaman Hindu Siwa dibuktikan dengan penemuan Lingga dan Yoni, yang dalam konsep kepercayaan Hindu merupakan perwujudan dari Dewi Parwati dan Dewa Siwa," tandasnya.
(Angkasa Yudhistira)