Simpatisan PPP Tewas, Polisi Imbau Tak Ada Aksi Balasan

Prabowo, Jurnalis
Minggu 17 April 2016 22:53 WIB
Ilustrasi
Share :

YOGYAKARTA - Kapolres Sleman, AKBP Yulianto sudah mengerakkan anak buahnya untuk mencari pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang simpatisan PPP meninggal dunia. Pucuk pimpinan polisi di Kabupaten Sleman ini meminta seluruh pihak menahan diri, dan menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Kami akan tangani kasus ini, kita berharap semua pihak menahan diri," katanya pada wartawan, Minggu (17/4/2016).

Hingga kini, pelaku masih dalam upaya pencarian. Sehingga, motif belum bisa diketahui karena masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Seruan menahan diri juga disampaikan Komandan Koramil 05/Sleman, Kapten Inf Sujud. Sebab, ada selentingan isu berkembang akan ada aksi balasan yang dilakukan oleh simpatisan PPP.

(Baca Juga: Kronologi Tewasnya Simpatisan PPP)

Sebagaimana diketahui, korban tewas atas nama Didin Sumaryanto alias Didin Bolawen (17) warga Dusun Bolawen, Tlogoadi, Mlati. Dia mengalami luka serius pada leher akibat terkena lemparan mercon banting.

Sementara temannya, Taufan Pulung Sunggoro (21) warga Dusun Jaten, Sendangadi, Mlati. Dia mengalami luka bacok di punggung dan memar di beberapa bagian tubuhnya akibat lemparan batu. Selain itu, telinga kanan Taufan tidak dapat mendengar.

Hingga saat ini, Taufan masih dirawat insentif di RSA UGM, Mlati. Kedua korban yang merupakan anggota Gerakan Pemuda Ka'bah Macan Loreng ini berboncengan dengan menggunakan sepeda motor RX King.

Dilokasi kejadian, mereka berpapasan dengan sekira 20 orang pengendara motor saat hendak pulang. Diantara mereka melempar korban dengan mercon banting mengenai leher Didin, juga menganiaya Taufan. Setelah itu kabur meninggalkan lokasi kejadian.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya