Karena ingin berkonsentrasi menjadi Guru, Hadi menambahkan, dari awal Kartini sebenarnya bertekad tidak mau menikah dengan siapapun. Namun, karena tidak ingin melukai hati ayahnya yang sudah sakit-sakitan, akhirnya Kartini mengalah saat dilamar oleh Bupati Rembang.
"Saat dia mendapat lamaran dia tidak serta merta menerima. Dia minta waktu tiga hari untuk berpikir," ujar Hadi.
Padahal, kata Hadi, waktu tiga hari itu sebenarnya merupakan siasat Kartini untuk mengelak dari pernikahan. "Sebenarnya dia menunggu beasiswa dari (Rosa) Abandanon untuk sekolah di Batavia. Tiga hari itu waktu yang sangat menegangkan. Harapannya kalau surat itu turun dia bisa mengeelak," ujar Hadi.
Sayang, surat dari Abandanon itu turun sehari setelah batas waktu untuk menimbang itu berakhir. Lamaran Bupati Rembang pun akhirnya diterima Kartini dengan sejumlah syarat. "Kartini bersedia menikah dengan syarat tidak akan kromo, tidak menyembah, dan tidak ada pesta," kata Hadi.
(Abu Sahma Pane)