TOKYO – Jet tempur Jepang berpapasan 198 kali dengan jet tempur China sepanjang Januari-Maret 2016. Fakta tersebut diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Jepang.Angka itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015.
Pada Januari-Maret 2015, sedikitnya 93 kali jet tempur kedua negara berpapasan di udara. Bahkan, sepanjang 2014, jet tempur Jepang dan China berpapasan sebanyak 571 kali.
“Angka tersebut tidak dapat menjelaskan keseluruhan cerita. Tapi, kita harus sadar bahwa meningkatnya angka tersebut sejalan dengan mengetatnya keamanan negara kita,” urai staf humas pasukan pertahanan Jepang, Kazuhiko Fukuda, dilansir Channel News Asia, Jumat (22/4/2016).
“China tengah memodernisasi angkatan udara mereka dan terang-terangan ingin memperkuat kemampuan tempur di udara. Respons nyata dari target yang ingin kita capai tersebut tercermin dari angka-angka ini,” imbuhnya.
Perseteruan antara Negeri Sakura dengan Negeri Tirai Bambu merupakan imbas dari agresi militer Jepang di China pada masa Perang Dunia II. Selain itu, keduanya juga terlibat sengketa wilayah di Laut China Selatan karena saling mengklaim Kepulauan Senkaku (Jepang) atau Diaoyu (China).
Kapal patroli laut dan jet tempur jamak terlihat saling mengintai satu sama lain di wilayah yang kini berada dalam kekuasaan Jepang tersebut. Hal itu menimbulkan kekhawatiran terjadinya tabrakan atau insiden lain yang berakibat lebih fatal bagi kedua negara.
(Wikanto Arungbudoyo)