JAKARTA – Tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, mengalami kekambuhan penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) usai menjalani pemeriksaan kesehatan pada Jumat (19/6/2026).
Kondisi tersebut membuatnya harus menggunakan kursi roda dan menjalani rawat inap di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kuasa hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, Refly Harun, menjelaskan bahwa kekambuhan GERD diduga dipicu oleh kondisi fisik yang menurun karena Tifa belum makan sejak pagi serta mengalami tekanan akibat ujian disertasi yang tengah dijalaninya.
"Tadi, yang saya katakan penyakit bawaan tadi ya, salah satunya GERD-nya kambuh," ujar Refly Harun, Jumat (19/6/2026).
Refly mengatakan, GERD yang dialami Dokter Tifa kambuh karena ia belum makan sejak pagi. Selain itu, Tifa juga disebut mengalami tingkat stres yang cukup tinggi setelah menghadapi ujian akademik.
"Kenapa GERD-nya kambuh? Karena dia nggak makan dari pagi dan dia menghadapi stres yang tinggi karena ujian. Sebelumnya kan preparation ujian, dan kita pahami ujian kedokteran tidak seperti ilmu sosial. Jadi persiapannya harus lengkap," jelas Refly.