JAKARTA - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan berharap pengganti Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang akan memasuki masa pensiun Juli 2016 lebih bersahaja dan merakyat.
"Jika Kapolri diganti Presiden Jokowi pada bulan Juli, kami mengusulkan agar mencari Kapolri yang bersahaja, sederhana, dan merakyat. Karena rakyat merindukan sosok Pak Oegeng yang dikenal sederhana dan selalu hadir ditengah masyarakat," katanya kepada Okezone, Rabu (18/5/2016).
(Baca juga: Dukung Perpanjangan Jabatan Kapolri, Politisi Senayan Diapresiasi)
Ditambahkanya, saat ini Presiden Jokowi dapat memilih siapa saja, para perwira tinggi (Pati) yang memiliki potensi yang luar biasa dibandingkan dengan berencana memperpanjang jabatan Kapolri yang menuai pro dan kontra tersebut.
"Saat ini banyak Pati Polri bintang tiga yang bagus-bagus, nantinya akan banyak memberikan masukan kepada Presiden," tuturnya.
(Baca juga: Presiden Jokowi Tak Perlu Perpanjang Masa Jabatan Kapolri)
Mantan Komisioner Kompolnas ini juga memberikan saran agar Presiden Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden tentang aturan pengajuan syarat-syarat khusus dalam pengajuan calon Kapolri.
"Kami memberikan masukan kepada Presiden perlu kiranya membuat satu Keputusan Presiden (Kepres) atau dalam bentuk Perpres seperti yang ada di dalam Pasal 11 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri yang isinya mengatur tata cara pengajuan, dan syarat khusus pengusulan nama-nama calon Kapolri yang di dalamnya termasuk mengatur usia minimal masa jabatan calon Kapolri," tambahnya.
Hal ini, sambung dia, untuk menghindari kegaduhan dalam perebutan menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut.
"Biar tidak gaduh. Kami usulkan ada Kepres atau Perpres yang mengatur tata cara pengajuan calon Kapolri ini," tutupnya.
(Awaludin)