KAIRO – Informasi terbaru dari situs industry penerbangan AVHerald.com, transmisi data dari sistem Aircraft Communications Addressing and Reporting (ACARS) mencatat adanya laporan kebakaran di sebuah kamar mandi, yang terletak dekat kokpit pesawat EgyptAir MS804.
Secara lengkap, pesan terakhir yang dimaksud, sebelum pesawat Airbus A320 itu menghilang dari radar, sebagai berikut.
• 00:26Z 3044 ANTI ICE R WINDOW
• 00:26Z 561200 R SLIDING WINDOW SENSOR
• 00:26Z 2600 SMOKE LAVATORY SMOKE
• 00:27Z 2600 AVIONICS SMOKE
• 00:28Z 561100 R FIXED WINDOW SENSOR
• 00:29Z 2200 AUTO FLT FCU 2 FAULT
• 00:29Z 2700 F/CTL SEC 3 FAULT
Pilot melaporkan adanya kepulan asap di kamar mandi yang berasal dari salah satu perlengkapan elektronik di dalamnya. Sensor pada jendela kokpit kemudian diperbaiki sebagai upaya untuk memadamkan asap.
Kata FCU yang disebutkan selanjutnya merujuk kepada sebuah unit di kokpit, tempat pilot memasukkan instruksi ke komputer penerbangan. Sementara kata SEC 3 adalah komputer yang mengendalikan gangguan dan elevator komputer.
Namun begitu, intelijen Amerika Serikat meragukan kebenaran dari informasi tersebut. Menurut pejabat terkait, tidak ada alasan untuk mempercayai pesan itu sebagai laporan yang akurat.
Sementara itu, Kementerian Penerbangan Sipil Mesir kembali mengonfirmasi adanya penemuan lebih banyak puing dari pesawat yang hilang secara misterius pada Kamis 19 Mei 2016 sekira pukul 02.45 waktu Mesir.
“Angkatan Laut Mesir berhasil mengambil lebih banyak puing yang diduga milik EgyptAir. Potongan-potongan itu dibawa menyusul ditemukannya sebuah barang diduga milik penumpang, potongan tubuh manusia dan sebuah kursi pesawat. Pencarian masih berlangsung,” demikian pernyataan resmi dari Menteri Penerbangan Sipil Mesir Sharif Fathi, seperti dikutip dari ITV, Sabtu (21/5/2016).
(Muhammad Saifullah )