Kata FCU yang disebutkan selanjutnya merujuk kepada sebuah unit di kokpit, tempat pilot memasukkan instruksi ke komputer penerbangan. Sementara kata SEC 3 adalah komputer yang mengendalikan gangguan dan elevator komputer.
Namun begitu, intelijen Amerika Serikat meragukan kebenaran dari informasi tersebut. Menurut pejabat terkait, tidak ada alasan untuk mempercayai pesan itu sebagai laporan yang akurat.
Sementara itu, Kementerian Penerbangan Sipil Mesir kembali mengonfirmasi adanya penemuan lebih banyak puing dari pesawat yang hilang secara misterius pada Kamis 19 Mei 2016 sekira pukul 02.45 waktu Mesir.
“Angkatan Laut Mesir berhasil mengambil lebih banyak puing yang diduga milik EgyptAir. Potongan-potongan itu dibawa menyusul ditemukannya sebuah barang diduga milik penumpang, potongan tubuh manusia dan sebuah kursi pesawat. Pencarian masih berlangsung,” demikian pernyataan resmi dari Menteri Penerbangan Sipil Mesir Sharif Fathi, seperti dikutip dari ITV, Sabtu (21/5/2016).
(Muhammad Saifullah )