BENGKULU - Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud membela diri atas penemuan narkoba di ruang kerjanya. Ia menduga, penemuan itu jebakan yang sangat terencana. Asumsi itu berdasarkan fakta hilangnya buku tamu dan rekaman CCTV.
"Penemuan itu diduga sudah terrencana dengan rapi. Saya tidak bisa menuduh siapa-siapa," kata Dirwan, saat ditemui di rumah dinasnya, Sabtu (21/5/2016).
Hasil tes yang dilakukan BNN, terang Dirwan, sudah jelas jika dirinya tidak pernah menggunakan narkoba. Tes lewat urine, darah dan rambut menunjukkan dirinya negatif dari barang haram tersebut.
"Saya tidak pernah menggunakan narkoba," tegas Dirwan. (Baca juga: BNN: Urine, Darah & Rambut Bupati Bengkulu Selatan Negatif Narkoba)
Dirwan juga membantah ada pesta narkoba saat penggeladahan di ruang kerjanya. Pasalnya, pada saat itu dirinya sedang menghadiri sebuah acara. Sekaligus, Dirwan juga membantah jika dirinya sempat melarikan diri ke pulau Jawa.
"Itu tidak benar, tidak ada pesta narkoba saat penggeledahan. Dan saya menghadiri kunjungan kerja yang sebelumnya sudah dijadwalkan." jelas Dirwan.
Lebih jauh kata Dirwan, dirinya juga sudah memberikan keterangan kepada BNNP Bengkulu nama orang yang dicurigai sebagai dalang kasus ini. Meski tak menyebut detail, Dirwan mengatakan orang yang dicurigainya adalah tamu yang sempat menunggu tiga jam lebih di ruang kerjanya.
"Saat ketemu dengan tamu terakhir, hanya salam saja. Dan tamu itu bilang malam nanti saja ketemu lagi, setelah itu langsung pulang," ulas Dirwan. (day)
(Susi Fatimah)