Warga lainnya, Tuginem (46) menambahkan, ia merupakan salah satu warga Yogya yang kehilangan anggota keluarga akibat gempa tersebut. Wanita pekerja tambal ban itu kehilangan anak laki-lakinya saat itu.
"Saya kehilangan anak saya dan memang sangat berat ketika ingat waktu itu. Rumah saya hancur dan semua orang bingung berhamburan. Saya melihat juga gedung Kerjasama ini hampir roboh, pokoknya bingung sekali waktu itu menyelamatkan diri sendiri-sendiri," ujarnya.
Kini, bangunan yang dianggap monumental tersebut sudah tak ada lagi. Hanya gapura yang dahulu menjadi pintu para mahasiswa saat hendak kuliah yang masih tersisa.
(Fransiskus Dasa Saputra)