Umumnya penyakit ini menyerang balita berusia dua pekan hingga lima tahun. Kendati demikian, ada juga beberapa penderita yang berusia 10 tahun dan orang dewasa.
Seperti influenza, penularan penyakit flu Singapura melalui media udara yakni bersin dengan percikan air liur, termasuk tinja.
Penularan tidak langsung bisa lewat sentuhan pada benda milik penderita yang terkontaminasi cairan. Artinya, siapa saja bisa tertular tanpa harus lebih dulu bepergian ke Singapura.
Hal itu mengingat penyakit ini telah tersebar di mana-mana. Ngesti mengimbau para penderita melakukan proses pengobatan rawat inap (opname).
Terkait itu, Dinkes menggencarkan sosialisasi ke Puskesmas dan rumah sakit. Sebab, selain di Kabupaten Blitar informasinya banyak penderita selama ini memilih melakukan rawat jalan.