Meski begitu, Seddique menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban melalui sebuah rekaman yang diunggah ke laman Facebook-nya. “Saya benar-benar minta maaf dan saya menyesalkan hal ini terjadi kepada warga AS, terutama di bulan suci Ramadan ini. Apa yang telah dia lakukan telah membuat saya syok…saya meminta bantuan dan bimbingan Tuhan,” ucapnya.
Ia juga menyadari bahwa perbuatan putranya bagaimana pun tidak dapat dimaafkan. Sebab, agama manapun tidak membenarkan tindak pembunuhan. “Aksi itu dilakukan berdasarkan inisiatifnya sendiri. Dia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya itu (di akhirat). Saya mengajari dia untuk bersikap terpelajar dan lebih berbaur dengan orang-orang.”
Seandainya pemuda berusia 29 tahun keturunan Afghanistan itu masih hidup, Seddique pun ingin menanyakan alasan putranya melakukan perbuatan laknat tersebut.
Seddique ternyata adalah pembawa acara “Durand Jirga Show” di kanal bernama Payam-e-Afghan yang disiarkan langsung dari California, AS. Dalam beberapa video acara tersebut di Youtube, Seddique terlihat memiliki pandangan politik garis keras. Bahkan pernah menyatakan dukungan pada kelompok Taliban, yang berafiliasi dengan Al Qaeda.
(Baca juga: Pelaku Penembakan Kelab Gay Masuk Daftar FBI sejak 2013)
(Silviana Dharma)