MERAK - Pemudik tujuan Pulau Sumatera yang menggunakan jasa layanan Pelabuhan Penyeberangan Merak, Kota Cilegon, Banten banyak mengeluhkan perihal pelayanan. Keluhan itu antara lain lamanya menunggu untuk masuk ke dalam kapal.
"Ini kita udah disini dari jam 6 pagi, tapi sampai jam segini belum masuk juga," kata Ferdinan, warga Tangerang yang akan mudik ke daerah Medan, yang ditemui di Dermaga I Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Minggu (03/07/2016).
Dampak dari lamanya menunggu tersebut tidak terlalu signifikan bagi penumpang pejalan kaki. Hal itu justru lebih berdampak pada pemudik kendaraan bermotor khususnya roda empat.
Keluhan itu pun terdengar ketika Menhub turun dari kapal seusai melakukan tinjauan. Penumpang di dalam kendaraan roda empat atau lebih pun membunyikan klakson secera bersamaan, bunyi klakson itu berlangsung selama lima menit.
"Ini kelamaan, ini kan arus mudik, harusnya bisa dipercepat. Mana panas gak ada tenda ini," kata Hamid, pemudik asal Kota Serang menuju Sibolga, Sumatera Utara, ditempat yang sama, Minggu (03/07/2016).
Sementata itu, Menhub Jonan yang datang bersama Kapolri Jenderal Badordin Haiti dan meninjau ke dalam kapal pun tak ingin mengambil pusing keluhan para pemudik. Bahkan dirinya pun sempat melambaikan tangan kepada pemudik kendaraan roda empat.
"Lama? Berapa lama? Gak apa-apa dan memang ngantri," kata Jonan, Minggu (03/07/2016).
Bahkan menhub pun tak mempermasalahkan ada nya truk yang masih melintasi Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
"Yang dua sumbu enggak apa-apa," jawabnya singkat.
Berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Merak, truk yang masih melintasi Pelabuhan Merak pada H-3 Idul Fitri ini mencapai 515 kendaraan. Sedangkan kendaraan yang memiliki roda empat atau lebih berjumlah 16.771 buah.
(Khafid Mardiyansyah)