WARSAWA – Juru bicara Gedung Putih mengungkapkan, meskipun Presiden Amerika Serikat Barack Obama sedang melakukan kunjungan dinas KTT Nato di Polandia, informasi terbaru penembakan di Dallas, Texas, tetap diketahuinya.
Pasalnya, hal itu memang buah dari permintaan orang nomor satu di AS tersebut. “Dia meminta tim untuk tetap menginfokan informasi terkini tentang penembakan di AS, setiap kali ada yang baru,” katanya, seperti diberitakan ITV, Jumat (8/7/2016).
Dalam konferensi pers di Warsawa, Obama mengecam penembakan terhadap lima polisi Dallas sebagai tindakan keji, patut diperhitungkan, dan tercela. Pria kelahiran Hawaii itu juga menegaskan tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan serangan tersebut. Obama berjanji bahwa para pelaku akan diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kita perlu memahami bahwa perbedaan ras ada dalam sistem peradilan pidana kita sebagai orang Amerika. Para polisi memiliki pekerjaan yang sangat sulit, dan sebagian besar dari mereka melakukan pekerjaannya dengan cara yang luar biasa,” ujarnya.
“Ini adalah hari peringatan yang memilukan, mengenai pengorbanan mereka untuk kita. Sebagaimana kita juga tahu bahwa ketika orang-orang dipersenjatai dengan senjata yang canggih, itu akan membuatnya lebih mematikan dan tragis,” sambungnya.
Karena itu, Obama menegaskan bahwa pemerintah akan berfokus menghadapi kenyataan ini dan mencari jalan keluarnya. Salah satunya adalah pembatasan kepemilikan senjata yang tengah dirampungkan.
(Silviana Dharma)