TOP NEWS : Usut Tragedi Brexit, Politikus Gerindra Usul Pembentukan Panja

, Jurnalis
Senin 11 Juli 2016 18:31 WIB
Share :

ANGGOTA Komisi V DPR RI, Mohammad Nizar Zahro mengatakan, dewan akan membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk melakukan investigasi atas tragedi meninggalnya belasan pemudik saat perjalanan mudik lebaran di Brebes, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, hal ini sesuai peraturan tata tertib DPR RI Nomor 1 Tahun 2014 Pasal 68.

"Saya akan usulkan Panja Investigasi agar tidak terulang kejadian seperti ini," ujar Nizar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/7/2016).

Kemacetan yang terjadi pada arus mudik di pintu keluar Tol Brebes Timur (Brexit) dianggapnya lebih buruk ketimbang tahun 2015 lalu. Apalagi, tragedi tersebut menelan belasan jiwa dan menjadi pemberitaan media internasional.

"Lebih bagus tahun 2015 walaupun korban yang meninggal lebih sedikit," ungkap politikus Partai Gerindra kelahiran Bangkalan, Madura ini.

Seperti diwartakan, kemacetan luar biasa yang terjadi di pintu keluar tol Brebes Timur, Tol Cipali, Jawa Tengah pada arus mudik Lebaran 2016 ini ternyata menjadi sorotan media asing.

Diwartakan media Inggris, Daily Mail, kemacetan selama berpuluh-puluh jam dan mengular puluhan kilometer itu dianggap sebagai kemacetan terparah di dunia.

Sebagaimana mengutip Daily Mail, Jumat 8 Juli lalu dalam judul "Is this the world's worst traffic jam? Fifteen motorists die in three days after getting caught in gridlock at Indonesian junction... named BREXIT" atau "Inikah kemacetan paling parah di dunia? 15 orang pengendara tewas dalam tiga hari setelah terjebak di persimpangan di Indonesia, bernama Brexit".

Istilah Brexit atau Britania Exit muncul setelah Inggris keluar dari Uni Eropa (UE), sementara di Indonesia Brexit dikenal sebagai pintu keluar tol di wilayah Brebes, Jawa Tengah.

Daily Mail menyoroti banyaknya pemudik yang tewas akibat kemacetan tersebut. Media asal Inggris itu menyebut pemerintah Indonesia setidaknya melaporkan 13 orang tewas, namun sejumlah media nasional menyebut jumlah korban tewas adalah 15 orang.

Perilaku pengemudi di Indonesia juga menjadi bahan kritikan oleh Daily Mail. Mereka mengkritik banyaknya pengemudi yang enggan meninggalkan kendaraan mereka, untuk sekadar mencari udara segar. Perilaku inilah yang dinilai sebagai salah satu penyebab banyaknya korban tewas akibat kemacetan tersebut.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya