Sebab saat ini, kondisi fisik yang besar membuat Arya kesulitan beraktivitas. Dalam setahun terakhir, Arya bahkan tidak bisa pergi ke sekolah. Itu karena berjalan 10 langkah saja ia sudah ngos-ngosan. Proses belajar pun terpaksa diubah dengan cara gurunya datang ke rumah. Dengan begitu, Arya bisa tetap mendapatkan pendidikan dari gurunya.
Di sekolah, Arya sendiri memiliki prestasi cukup bagus. Sejak kelas satu hingga dua SD, ia selalu ranking pertama di kelasnya. Ia tergolong anak cerdas di sekolah. Tapi kondisi fisik memaksanya tak bisa pergi ke sekolah. Prestasinya pun tak seperti dulu. Meski begitu, Arya tak putus asa. Ia tetap bersemangat untuk menimba ilmu meski tidak bisa pergi ke sekolah.
"Dia semangat kalau belajar," tutupnya.
(Awaludin)