PASURUAN - Primata terkecil di dunia berhasil dikembangbiakkan di Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Satwa khas Amerika Selatan Cotton-Top Tamarin (Saquinus Odipus) telah melahirkan dua ekor anak kembar jantan dan betina.
Manager Marketing TSI II Prigen, Idham Rustian mengungkapkan, sepasang bayi primata mungil ini lahir pada awal Juli lalu dari induk Hanez berusia lima tahun dan Riki berumur tujuh tahun, dengan masa kebuntingan 4 hingga 5 bulan. Saat dilahirkan, kedua bayi itu memiliki berat badan sekira 450 gram.
"Kelahiran Cotton-Top Tamarin ini merupakan yang pertama kali di TSI Prigen. Peristiwa langka ini tentunya sangat membanggakan, karena Cotton-Top Tamarin ini termasuk satwa terancam punah," kata Idham Rustian, Minggu (17/7/2016).
Menurutnya, satwa mungil yang telah diberi nama Bram dan Leila itu menjadi hadiah Lebaran bagi para pecinta satwa langka dan wisatawan yang berkunjung ke TSI II Prigen. Kelahiran primata mungil tersebut semakin melengkapi koleksi satwa langka di Lembaga Konservasi Ex-Situ.
"Kelahiran ini jadi kado Lebaran bagi pengunjung TSI Prigen dan pecinta satwa langka. Kelahiran satwa langka ini menjadi momen penting bagi keberhasilan konservasi satwa yang dilindungi," tandas Idham Rustian.
Berbeda dengan jenis primata lain, lanjut Idham, induk pejantan biasanya hanya akan mengawasi anak-anak mereka dari kejauhan saja. Tetapi pada nduk Tamarin Pinche baik jantan dan betina bisa bergantian mengasuh atau menggendong bayinya.
Cotton Top Tamarin adalah salah satu jenis primata terkecil didunia yang memiliki berat badan yang hanya mencapai sekira 0,5 kilogram. Bagian belakang Cotton-top Tamarin berwarna coklat dan memiliki gigi taring lebih rendah dan lebih panjang dari gigi seri.
Satwa yang terancam punah ini memiliki suara yang lembut dan terkadang terdengar seperti peluit. Berdasarkan penelitian, satwa yang juga dikenal sebagai Tamarin Pinche memiliki 38 jenis suara yang berbeda.