"Pertama tukang sayur, lalu ada warga lainnya, kemudian saya. Kemudian kami lagi ada rapat anggota 17 Agustus-an, ada sekira 30 orang lebih rapat, anak datang pulang nangis katanya lihat keranda terbang," tutur Edi.
Keranda tersebut seringkali terlihat berjalan untuk menuju kebun singkong milik warga. Letak kebun singkong tersebut tak jauh dari makam.
"Penampakan sering ke arah kebun singkong. Ada juga warga yang lihat berbarengan saat Pak Kamal pasang bohlam jam 23.00 WIB," tutur Edi.
(Arief Setyadi )