BEIJING – Korea Selatan (Korsel) telah menyatakan keprihatinan dan kekecewaan mereka atas kunjungan puluhan legislator Jepang ke Kuil Yasukuni. Kuil tersebut menjadi kontroversi bagi China dan Korsel karena dianggap sebagai simbol militerisme Jepang di masa lalu.
(Baca juga: Korsel Prihatin PM Jepang Kirim Persembahan ke Kuil Kontroversial)
Serupa dengan Negeri Ginseng, Negeri Tirai Bambu juga menyatakan kekecewaannya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lu Kang menyatakan China secara tegas menentang kunjungan tersebut. Beijing menyebut kunjungan tersebut sebagai sikap yang salah dari Tokyo.
“Sikap yang salah dari Pemerintah Jepang terhadap isu tersebut sekali lagi terbukti dengan kunjungan anggota kabinet ke Kuil Yasukuni untuk menghormati penjahat kriminal Perang Dunia II serta memuja agresi militer. China dengan tegas menentang kunjungan tersebut,” ujar Lu Kang, seperti dimuat dalam situs Kementerian Luar Negeri China, Selasa (16/8/2016).
“Kami sekali lagi mendesak Jepang untuk menghadapi serta merefleksikan sejarah agresi dengan sikap yang benar dan bertanggung jawab, serta melakukan upaya terbaik untuk meraih kepercayaan dari tetangga mereka di Asia dan komunitas internasional,” ujar Kang.
Sejumlah legislator termasuk Wakil Kepala Kabinet Koichi Hagiuda mengunjungi kuil tersebut pada Senin 15 Agustus 2016. Perdana Menteri Shinzo Abe tidak ikut dalam kunjungan tersebut. Namun, pemimpin Partai Liberal Demokratik (LDP) itu mengirim persembahan lewat ajudannya.
Kuil Yasukuni ditujukan bagi pahlawan-pahlawan Jepang yang gugur dalam peperangan, termasuk para tentara yang ikut serta dalam invasi di masa lalu. Bagi China dan Korsel, para tentara itu dianggap sebagai penjahat perang. Kunjungan rutin para politikus ke Kuil Yasukuni membuat murka China dan Korsel yang menjadi korban invasi Jepang di masa Perang Dunia II.
(Wikanto Arungbudoyo)