Kedua Pramuka untuk perubahan. Terkait hal itu Adhyaksa menyatakan bahwa selama ini pramuka dikenal hanya kegiatan di dalam ruangan dikenal seragam coklatnya saja.
Sekarang, Pramuka sudah makin aktif membantu masyarakat masyarakat, seperti mengatur arus lalu lintas saat arus mudik, penanggulangan bencana, dan peduli dengan lingkungan. Bahkan saat lebaran, ada anggota Gerakan Pramuka yang ditabrak kendaraan saat membantu polisi mengatur lalu lintas hingga kakinya patah.
Dengan melakukan semua itu, maka jiwa pramuka diharapkan hadir ditengah masyarakat. "Saya berharap agar kakak-kakak pimpinan Gerakan Pramuka di mana pun berada agar seragam Pramuka jangan cuma pakai setahun sekali, mari kita bantu anggaran Kwarda dan Kwarcab di daerah dan ajak mereka kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat," kata Adhyaksa dalam keterangannya, Kamis (18/8/2016).
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah jejaring, dimana saat ini di Jambore Nasional (Jamnas) X 2016 ada beberapa negara hadir seperti Malaysia, Brunei, Thailand, Timor Leste, Filipina, Belanda. Hal ini membuktikan Pramuka memiliki jaringan luas dibeberapa negara bahkan Pramuka Indonesia sering diundang dalam ajang kegiatan Internasional.
"Kalau yang kekinian kita harus membuat sistem, karena karakter kepemimpin harus dibentuk sejak dini bukan ujuk-ujuk jadi bisa langsung menjadi pemimpin, tapi harus melalui proses," ucap Adhyaksa.
(Angkasa Yudhistira)