Megawati: Pramuka Tanamkan Jiwa Nasionalis dan Patriotik sejak Dini

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Sabtu 20 Agustus 2016 21:53 WIB
Megawati Soekarnoputri Hadiri Jamnas Pramuka (Foto: Ist)
Share :

Turut hadir mendampingi Megawati yakni Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Ketua Komisi X DPR yang juga Ketua Fraksi PDIP Utut Adiyanto, dan anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Herman Heri.

Megawati mengungkapkan, para tunas bangsa yang tergabung dalam Gerakan Pramuka harus bisa berperan sebagaimana makna simbol tunas kelapa yang ketika besar bisa memberikan manfaat dan menjaga bangsa.

"Kelapa itu tidak mudah untuk tumbang, tetap jaga pantai kita, meskipun ditempa badai, dia hanya seperti diayun. Buahnya pun jarang jatuh. Itulah semangatnya, agar sebuah Gerakan Pramuka, Praja Muda Karana, kaum muda yang sangat bisa berkreasi, kreatif, tegar, dia harus jujur, punya disiplin, harus cintai bangsa dan negaranya. Dia garda terdepan dari bangsanya, seperti pohon kelapa yang menjaga pantai kita," jelas Megawati.

Adhyaksa Dault dalam sambutan mengatakan, penghargaan tersebut diberikan kepada Megawati Soekarnoputri berdasarkan pertimbangan Musyawarah Nasional Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan persetujuan secara tertulis kepada kwartir dibawahnya setelah berkonsultasi dengan Majelis Pembimbing Nasional.

"Ibu Megawati Soekarnoputri telah berjasa sangat besar dan bermanfaat bagi perkembangan Gerakan Pramuka," katanya.

Adhyaksa Dault membeberkan, di antara jasa-jasa Megawati dalam Gerakan Pramuka adalah selalu hadir sebagai pembina upacara pada setiap peringatan Hari Pramuka. Megawati pada masa pemerintahannya menginstruksikan kepada para menteri, pemerintah daerah, dan jajaran di bawahnya untuk mendukung dan membantu organisasi Gerakan Pramuka dengan mengalokasikan dana yang bersumber dari APBN dan APBD.

Kemudian, Megawati juga memberikan dukungan yang amat besar terhadap usulan pembentukan UU Gerakan Pramuka dengan menginstruksikan dukungan penuh kepada jajaran pimpinan PDI Perjuangan di tingkat pusat dan daerah; memberikan dukungan atas terciptanya kesepakatan bersama lima menteri mengenai wawasan nusantara dengan memberikan kepercayaan agar upaya pendidikan bela negara dilaksanakan melalui Gerakan Pramuka dan menggagas agar segera dibuat Undang-Undang tentang Pramuka, yang kemudian menjadi UU No 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Adhyaksa Dault mengungkapkan, dalam catatan sejarah perkembangan Gerakan Pramuka, penghargaan Tunas Kencana baru diberikan kepada beberapa orang saja, di antaranya adalah Presiden Soeharto, dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya